Sungai Kunyit, 14 Oktober 2026 – Kelompok Kerja Guru (KKG) Inti II Kecamatan Sungai Kunyit sukses menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) selama dua hari, pada tanggal 13-14 Oktober 2026 di SD Negeri 12 Sungai Kunyit. Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan berdampak.
Pelatihan ini diikuti oleh guru-guru sekolah dasar yang tergabung dalam KKG Inti II Kecamatan Sungai Kunyit. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, guru dituntut untuk mampu beradaptasi dan memanfaatkan berbagai perangkat digital guna meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
Table of Contents
Dibuka oleh Ketua KKG, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua KKG Inti II Kecamatan Sungai Kunyit, Kepala SD Negeri 12 Sungai Kunyit selaku tuan rumah, serta pengawas sekolah yaitu Bapak Syarif Muhamad Zein dan Ibu Eka Ratnawati.
Also Read
Dalam sambutannya, para pemangku kepentingan pendidikan tersebut menegaskan pentingnya pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga perlu memahami perkembangan teknologi yang dapat membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi peserta didik.
Mereka juga mengajak seluruh peserta untuk terus belajar, berinovasi, dan berkolaborasi dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21, khususnya dalam memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Meningkatkan Komunikasi Sains dengan Teknologi
Pada kegiatan ini, Nurlyanto, S.Pd., yang merupakan Guru SD Negeri 1 Sungai Pinyuh dan Microsoft Elevate Master Trainer dipercaya sebagai narasumber untuk menyampaikan beberapa materi yang relevan dengan kebutuhan guru saat ini.
Materi pertama membahas tentang Penggunaan Teknologi untuk Meningkatkan Komunikasi Sains di Sekolah Dasar. Pada sesi ini peserta diajak memahami pentingnya menyampaikan konsep-konsep sains dengan cara yang mudah dipahami oleh peserta didik.
Baca juga: 30 Guru se-ASEAN Ikuti Regular Course SEAMEO RECSAM di Penang, Malaysia
Guru diperkenalkan pada berbagai pemanfaatan teknologi digital untuk membantu menjelaskan konsep sains melalui gambar, video, animasi, infografis, maupun media interaktif lainnya. Dengan komunikasi sains yang baik, peserta didik diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaitkan konsep sains dengan kehidupan sehari-hari.
Antusiasme peserta terlihat saat mereka berdiskusi mengenai berbagai tantangan dalam mengajarkan materi sains dan mencari solusi menggunakan teknologi yang mudah diakses di lingkungan sekolah.
Blog sebagai Media Pembelajaran dan Publikasi Karya
Materi berikutnya membahas tentang Pemanfaatan Blog dalam Pembelajaran. Pada sesi ini peserta memperoleh wawasan mengenai manfaat blog sebagai sarana berbagi informasi, dokumentasi kegiatan sekolah, publikasi karya peserta didik, serta media komunikasi antara guru, siswa, dan masyarakat.
Peserta diperlihatkan berbagai contoh penerapan blog yang dapat digunakan untuk mendukung aktivitas pembelajaran. Selain menjadi tempat penyimpanan materi ajar, blog juga dapat digunakan untuk mempublikasikan hasil proyek peserta didik sehingga dapat memberikan motivasi dan meningkatkan rasa bangga terhadap hasil belajar mereka.
Baca juga: Guru SMPN 1 Sungai Pinyuh Ikuti Master Class for Science Teachers in Southeast Asia 2026 di China
Guru juga diajak untuk melihat bagaimana blog dapat menjadi portofolio digital yang mendokumentasikan berbagai praktik baik pembelajaran yang dilakukan di sekolah.
Memanfaatkan Microsoft Copilot untuk Media dan Asesmen
Sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah materi tentang Pemanfaatan Microsoft Copilot untuk Membuat Media dan Asesmen dalam Pembelajaran.
Pada sesi ini peserta dikenalkan dengan berbagai cara memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membantu pekerjaan guru. Mulai dari membuat ide pembelajaran, menyusun soal, membuat rubrik penilaian, menyiapkan presentasi, menyusun artikel, hingga menghasilkan media ajar yang lebih menarik.
Peserta juga mendapatkan kesempatan melakukan praktik langsung menggunakan prompt yang efektif sehingga dapat menghasilkan output yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Melalui pemanfaatan Microsoft Copilot, guru dapat menghemat waktu dalam menyiapkan perangkat pembelajaran sekaligus meningkatkan kreativitas dalam merancang pengalaman belajar bagi peserta didik.
Antusiasme dan Komitmen Guru untuk Berinovasi
Selama dua hari pelaksanaan kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Berbagai pertanyaan, diskusi, dan praktik langsung berlangsung aktif pada setiap sesi. Guru-guru saling berbagi pengalaman serta strategi dalam memanfaatkan teknologi untuk mengatasi tantangan pembelajaran di sekolah masing-masing.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan peserta, tetapi juga mendorong lahirnya berbagai inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan secara nyata di kelas. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, guru dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
Mendorong Pembelajaran yang Kreatif dan Berdampak
Melalui pelaksanaan In House Training ini, KKG Inti II Kecamatan Sungai Kunyit menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan. Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan guru menghadapi perubahan zaman sekaligus memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan berdampak positif bagi peserta didik.
Baca juga: Reno Prawira Buka ASEAN International STEM Student Sharing 2026
Diharapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan di sekolah masing-masing sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan, khususnya di Kecamatan Sungai Kunyit dan Kabupaten Mempawah secara umum.



















