Pontianak – Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Barat (BGTK Kalbar) menyelenggarakan Pelatihan Fasilitator Daerah STEM Jenjang Sekolah Dasar Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 yang berlangsung pada 6–9 Oktober 2026 di Hotel Garuda Pontianak. Kegiatan ini diikuti oleh 40 guru perwakilan dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat sebagai upaya memperkuat kapasitas guru dalam menerapkan pembelajaran STEM di sekolah dasar.
Pelatihan secara resmi dibuka oleh Kepala BGTK Kalbar, Eka Khristiyanta Purnama. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan terkait implementasi pembelajaran STEM yang mengintegrasikan Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika dengan mengusung prinsip 5M, yaitu Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful.

Selama empat hari pelaksanaan, para peserta mempelajari berbagai pendekatan pembelajaran yang mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21, antara lain Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), dan model pembelajaran 5E. Selain itu, peserta juga mendalami strategi asesmen pembelajaran STEM, pengembangan Ruang Karya STEM berbasis potensi lokal, serta praktik menjadi fasilitator melalui kegiatan peer teaching.
Also Read
Pelatihan ini menghadirkan dua fasilitator nasional, yaitu Anita Eka Sari, S.P., M.Pd dan Muhammad Andiwijaya dari SD Islam Al Azhar 21 Pontianak. Keduanya membimbing peserta dalam memahami konsep, merancang pembelajaran, hingga mempraktikkan berbagai aktivitas STEM yang dapat diterapkan secara langsung di sekolah masing-masing.
Baca juga:
- 30 Guru se-ASEAN Ikuti Regular Course SEAMEO RECSAM di Penang, Malaysia
- Workshop Komunikasi Sains Berbantuan AI Tingkatkan Kompetensi Guru SD di Sungai Pinyuh
Melalui pelatihan yang diselenggarakan BGTK Kalbar ini, peserta tidak hanya dibekali pengetahuan dan keterampilan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga didorong untuk mengimplementasikan pembelajaran STEM di kelas setelah kembali ke daerah masing-masing. Selanjutnya, para Fasilitator Daerah STEM akan melaksanakan diseminasi kepada guru-guru di sekolah dan lingkungan sekitarnya guna memperluas dampak praktik baik pembelajaran STEM di Kalimantan Barat.
Diharapkan, keberadaan Fasilitator Daerah STEM ini dapat menjadi penggerak dalam menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif, kontekstual, dan bermakna sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan serta membekali peserta didik dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan masa depan.











