Bener Meriah – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia SMA/SMK Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menyelenggarakan Kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru Kimia yang dilaksanakan secara daring melalui Google Meet pada Sabtu, 11 April 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Materi bertema “Mengenal Pendekatan STEM: Membawa Pembelajaran Kimia Lebih Hidup dan Bermakna” yang relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21 dan implementasi Kurikulum Merdeka. Disampaikan oleh narasumber nasional yang inspiratif, yaitu Khoirun Nisa, S.Pd, Guru SMP Negeri 1 Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat. Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru kimia SMA dan SMK se-Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.
Khoirun Nisa, S.Pd, dikenal sebagai guru yang aktif mengembangkan pembelajaran inovatif. Ia merupakan Juara 1 Guru Transformatif jenjang SMP Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2025 serta Awardee Microcredential STEM Korea National University of Education Tahun 2024. Prestasi tersebut diperoleh berkat konsistensinya sejak tahun 2018 telah menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang menekankan pada pemecahan masalah, kreativitas, kolaborasi, dan berpikir kritis peserta didik melalui prinsip-prinsip STEM.
Also Read
Baca juga:
- Terapkan STEAM, Guru SMPN 1 Ketungau Tengah Raih Juara 1 GTK Transformatif Kalbar 2025
- Dukung Program Prioritas Kemendikdasmen, KKG Gugus 3 Rasau Jaya Gelar Pelatihan Pembelajaran Mendalam!
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan konsep dasar STEM serta urgensinya dalam pembelajaran sains, khususnya kimia. Ia menekankan bahwa pembelajaran STEM tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada proses berpikir ilmiah dan penerapan konsep dalam kehidupan nyata. Melalui pendekatan ini, peserta didik didorong untuk aktif mengeksplorasi, bereksperimen, dan menemukan solusi atas permasalahan kontekstual di sekitar mereka.
Menariknya, Khoirun Nisa juga berbagi pengalaman nyata saat mengajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) ketika bertugas di Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Dalam sesi tersebut, ia menceritakan berbagai keterbatasan yang dihadapi selama bertugas, mulai dari minimnya fasilitas laboratorium, keterbatasan media pembelajaran, hingga akses teknologi yang sangat terbatas.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus pembelajaran berharga bagi seorang guru. Dengan segala keterbatasan, ia dituntut untuk lebih kreatif dalam merancang pembelajaran agar tetap bermakna bagi siswa. Lingkungan sekitar dimanfaatkan sebagai sumber belajar, sementara alat dan bahan sederhana digunakan sebagai pengganti media praktikum yang tidak tersedia.
“Di daerah 3T, guru tidak bisa bergantung pada fasilitas. Justru di sanalah kreativitas guru diuji. Pendekatan STEM bisa diterapkan secara kontekstual dengan memanfaatkan potensi lokal dan permasalahan nyata yang dekat dengan kehidupan siswa,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut menjadi inspirasi tersendiri bagi peserta kegiatan MGMP. Banyak guru menyadari bahwa pembelajaran inovatif tidak selalu bergantung pada kelengkapan sarana, melainkan pada kemauan guru untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi sesuai kondisi sekolah masing-masing.
Ketua MGMP Kimia SMA Kabupaten Bener Meriah, Gunawan Rizqi Utami, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya MGMP untuk meningkatkan kompetensi profesional guru kimia, khususnya dalam memahami dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis STEM.
Ia menegaskan bahwa MGMP tidak hanya berperan sebagai wadah diskusi rutin, tetapi juga sebagai ruang belajar bersama dan berbagi praktik baik antar guru. “Kami berharap melalui kegiatan ini, guru-guru kimia SMA/SMK di Kabupaten Bener Meriah mendapatkan wawasan baru, inspirasi, dan motivasi untuk menghadirkan pembelajaran kimia yang lebih kontekstual, menarik, dan bermakna bagi peserta didik,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar penerapan STEM, strategi pembelajaran di sekolah dengan keterbatasan sarana, serta cara menumbuhkan minat belajar siswa terhadap kimia.
Melalui kegiatan ini, MGMP Kimia SMA Kabupaten Bener Meriah berharap dapat mendorong guru untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran, sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka dan upaya pemerataan mutu pendidikan di berbagai daerah. Pembelajaran kimia diharapkan tidak lagi dipandang sebagai mata pelajaran yang sulit, tetapi sebagai ilmu yang dekat dengan kehidupan dan mampu membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21.















