Sungai Kunyit, 17 September 2026 – Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus I dan II Kecamatan Sungai Kunyit melaksanakan kegiatan In House Training (IHT) Peningkatan Kompetensi Literasi Guru pada 16-17 September 2026 di SD Negeri 09 Sungai Kunyit. Kegiatan ini mengusung tema “Pembuatan Media Pembelajaran Berbantuan AI untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Sains di Sekolah Dasar.”
Workshop tersebut diikuti oleh guru-guru sekolah dasar dari Gugus I dan II Kecamatan Sungai Kunyit dengan tujuan meningkatkan kemampuan guru dalam mengomunikasikan konsep-konsep sains kepada peserta didik secara lebih menarik, mudah dipahami, dan relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.
Narasumber kegiatan, Nurlyanto memaparkan berbagai strategi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dalam pengembangan media pembelajaran. Peserta juga mendapatkan pengalaman praktik langsung menggunakan Microsoft Copilot untuk membuat materi ajar, media visual, serta aktivitas pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami konsep sains secara lebih efektif.
Also Read






Selama dua hari pelaksanaan, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Diskusi interaktif, sesi praktik, dan berbagi pengalaman menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para guru tidak hanya belajar menggunakan teknologi AI, tetapi juga mendiskusikan cara menyampaikan materi sains dengan bahasa yang lebih komunikatif sehingga dapat meningkatkan rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis siswa.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Syarif Muhammad Zein, Pengawas Sekolah Dasar Kecamatan Sungai Kunyit. Dukungan tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Keberhasilan pelaksanaan workshop juga tidak terlepas dari peran Kepala SD Negeri 09 Sungai Kunyit beserta seluruh tim yang telah menjadi tuan rumah dan memberikan dukungan penuh selama kegiatan berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut, Nurlyanto turut berbagi pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya melalui program “Bridging Science and Primary Education through Effective Science Communication” yang diselenggarakan oleh SEAMEO RECSAM, Penang, Malaysia. Pengalaman internasional tersebut menjadi sumber inspirasi dalam mengenalkan berbagai pendekatan komunikasi sains yang efektif kepada para guru peserta workshop.
Baca juga: SMAN 2 Pinrang Jadi Perintis Ujian Digital Nasional dengan SIM IGI QR Scanner Exambro
Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan semakin terampil memanfaatkan AI sebagai alat bantu pembelajaran serta mampu mengembangkan kemampuan komunikasi sains yang lebih baik di kelas. Dengan demikian, proses pembelajaran sains di sekolah dasar dapat menjadi lebih menarik, interaktif, dan bermakna bagi peserta didik.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi secara bijak merupakan langkah penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.











