Sebanyak 45 guru sains dari Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam mengikuti program pelatihan internasional bertajuk Master Class for Science Teachers in Southeast Asia yang diselenggarakan di Guiyang, Tiongkok, pada 26–31 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari China–ASEAN Education Cooperation Week (CAECW) 2025 dan hasil kolaborasi antara SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS) dengan Guizhou Teacher Development Center, Guizhou Provincial Department of Education, Guizhou Normal University, serta ASEAN-China Centre.
Peningkatan Kompetensi dan Mempererat Kerjasama
Dengan mengusung tema “Memberdayakan Guru Sains dan Menumbuhkan Talenta Masa Depan di Bidang Sains dan Teknologi,” pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru, memperkuat pemahaman lintas budaya, serta mempererat kerja sama regional dalam bidang pendidikan sains.

Selama enam hari, para peserta mengikuti berbagai sesi pelatihan yang mencakup penyelidikan ilmiah, metode pengajaran inovatif, dan desain penilaian. Mereka juga berkesempatan mengamati langsung praktik pendidikan sains di Guiyang Experimental Primary School, yang dikenal dengan pendekatan pembelajaran berbasis tradisi, penghargaan terhadap peran guru, dan pemberdayaan siswa.
Also Read
Baca juga: 45 Guru ASEAN Ikuti China-ASEAN Education Cooperation Week (CAECW) di Guiyang, China
Kegiatan ini diawali dengan upacara pembukaan CAECW dan Seminar Internasional tentang Pertukaran dan Kerja Sama Guru, yang menghadirkan pembicara dari SEAQIS, kementerian pendidikan Asia Tenggara dan Tiongkok, serta akademisi dari berbagai universitas ternama. Program ditutup dengan Simposium Guru Sains Tiongkok–Asia Tenggara, yang menjadi forum pertukaran gagasan dan pengalaman antara peserta dan pemangku kepentingan pendidikan di Guizhou.
Kepala Divisi TIK, Data, dan Evaluasi SEAQIS, Septian Karyana, menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan perspektif baru bagi para guru Asia Tenggara, khususnya dalam memahami pendekatan pengajaran sains di Tiongkok. “Program ini sangat membuka wawasan, terutama dalam hal metode dan filosofi pendidikan sains yang diterapkan di Tiongkok,” ujarnya.

Testimoni Guru Sains
Salah satu peserta dari Vietnam, Nguyễn Mai Linh, juga mengungkapkan antusiasmenya. “Saya mendapatkan banyak konsep baru dalam pendidikan sains yang bisa langsung diterapkan untuk meningkatkan kualitas pengajaran di kelas,” tuturnya.
Nurlyanto, salah satu peserta dari daerah 3T di Kalimantan Barat, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini. “Banyak hal baru yang saya pelajari, terutama metode pengajaran sains yang bisa saya adaptasi di sekolah dengan keterbatasan fasilitas,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pengalaman bertukar wawasan dengan guru dari berbagai negara memberinya semangat baru untuk terus berinovasi dalam pembelajaran.
Belajar Budaya dan Sejarah
Selain pelatihan akademik, peserta juga diajak mengikuti kegiatan budaya seperti kaligrafi, kunjungan ke tempat bersejarah, dan pertunjukan seni lokal, yang turut mempererat hubungan antarnegara dan membangun solidaritas regional.

Direktur Pengembangan Guru Guizhou, Liu Bo, dalam sambutannya pada penutupan acara mengatakan, “Pelatihan ini bukan hanya tentang pendidikan sains, tetapi juga tentang membangun kepercayaan, persahabatan, dan koneksi yang berkelanjutan.”
Melalui partisipasinya dalam program ini, SEAQIS terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong keunggulan pendidikan sains dan memperkuat jejaring kerja sama pendidikan di kawasan Asia Tenggara.
Sumber: https://www.qitepinscience.org/id/blog/2025/08/02/seaqis-co-organises-master-class-for-southeast-asian-science-teachers-in-china/












Luar biasa Pak Nur, Ini program Kementerian ya Pak .